Terungkap..!! Begini Cara Licik Lawan Untuk 'Pembusukan' Ahok

Foto: Koalisi Kekeluargaan Lawan Ahok di Pilgub DKI 2017

Beritateratas.com - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) selalu saja menjadi bulan-bulanan para lawan politiknya. Intinya, Ahok tidak boleh jadi Gubernur lagi sehingga semua cara dan jalan ditempuh. 

Berikut ini redaksi merangkum cara - cara licik yang dilakukan untuk gerakan pembusukan Ahok, yuk simak!


1. Menebar Isu SARA. 
Ahok itu matanya sipit, itu artinya dia WNI keturunan dan beragama Kristen. Hal ini digunakan oleh lawan politiknya untuk mengkampanyekan jangan memilih gubernur non muslim. Bahkan Acara “Damai Indonesiaku” yang ditayangkan oleh stasiun TV ONE pada tanggal 30 Juli 2016 pukul 16.36 WIB dengan tema “JABATAN ADALAH AMANAH” mendapat teguran dari Komisi Penyiaran Indonesia Pusat (KPI Pusat) karena dinilai melanggar SARA dimana isi ceramah ustadz Jujun Junaedi menyatakan dengan tegas “Memilih pemimpin kafir hukumnya haram”.

2. Membayar warga buat Demo Ahok

Dikutip dari berita Kompas.com
 http://ift.tt/1MwaPED.

Wakil Ketua DPRD DKI Mohammad Taufik menganggap wajar warga yang berdemonstrasi dibayar pihak lain. Ketika ditanya mengenai demonstran yang mengeluh hanya dibayar Rp 50.000 ketika mendemo Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kemarin, Taufik malah mengatakan awak media terlalu membela Ahok (sapaan Basuki).

"Dibayar sih bisa-bisa saja kan buat makan. Sah-sah saja. Lagian jangan lihat dibayarnya dong," ujar Taufik di Gedung DPRD DKI, Selasa (31/3/2015).


Sebelumnya, para pendemo yang datang dari Masyarakat Anti Korupsi (Mars) merasa kecewa saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Balai Kota karena cuma dibayar Rp. 50.000,-


"Kita sudah (dibayar) gocap (Rp 50.000) gini doang. Sudah enggak bertemu Ahok (Basuki), shalat dzuhur juga kagak. Rugi dua kali lipat nih gue," kata pria yang sedang memegang mikrofon untuk menyampaikan aspirasi di depan Balai Kota DKI Jakarta itu.


3. Menebar Opini Ahok itu berkata kasar
Faktanya memang kata-kata kasar yang Ahok sampaikan itu kepada mereka yang membandel, korupsi, malas kerja, ngeyel, buktinya Ahok itu bisa lemah-lembut menghadapi masyarakat yang datang minta tolong di kantornya, asalkan mereka jujur pasti dilayani dan permintaannya dikabulkan.

4. Ahok Dituding sebagai Raja gusur.
Faktanya, penggusuran sudah terjadi jauh juga sejak kepemimpinan Gubernur sebelumnya. Justru di saat Ahok memimpin, warga yang kena gusuran justru direlokasi di tempat yang layak dan diberikan fasilitas yang memadai.

5. Ahok dituduh “korupsi” Terkait pembelian RS Sakit Sumber Waras
Tuduhan yang sampai detik ini tidak dapat dibuktikan secara sah dan meyakinkan tapi para lawan Ahok masih saja ngeyel dan meminta Ahok harus ditangkap!

6. Ahok dituduh “korupsi” masalah reklamasi pulau
Dari sekian fitnah, ini fitnah yang paling aneh. Sanusi, Yang sudah jelas - jelas tertangkap KPK dan sudah dipenjara tapi Ahok yang selalu diserang. Padahal, logikanya Sanusi dan M.Taufik adalah saudara kandung. Dan M.Taufik juga beberapa kali terlibat pertemuan dengan Aguan, tapi justru Ahok yang diserang dan disebut - sebut Gubernur Podomoro. Faktanya, justru Sanusi yang menerima aliran uang suap dari Podomoro.


7. Lawan Ahok pakai Dukun Agar Ahok Jatuh
Ahok dikirimi dukun, dengan kemenyan mereka bersembahyang di depan kantor KPK, dengan harapan agar orang KPK sadar dan memutuskan Ahok bersalah, namun ternyata orang KPK itu lebih sakti, mereka tidak terpengaruh apa-apa dan dengan bijak mengambil keputusan.


8. Banjir Jakarta, Ahok dituding Gagal
Faktanya, Banjir Jakarta sudah sejak dahulu kala. Bahkan Ahok sendiri mengatakan, Jakarta masih akan terus mengalami banjir selama proyek normalisasi belum selesai.

Ahok mengatakan pihaknya sedang mempelajari kenapa banjir tersebut terjadi. Dia menilai permasalahan banjir di wilayah Jakarta Selatan saat ini lebih besar. Pasalnya banyak bangunan yang berdiri tepat di bibir kali.

"Jakarta Selatan masalah lebih besar. Semua daerah aliran sungai dan lembah bisa ada SHM (Sertifikat Hak Milik). Lihat saja, banyak rumah yang temboknya samping kali dan sungai," kata Ahok lewat pesan singkat kepada detikcom, Minggu (28/8/2016).

Untuk menangani permasalahan tersebut, Ahok menegaskan bahwa normalisasi sungai tersebut harus dilakukan. Ada dua sungai yang disebut Ahok harus dinormalisasi yaitu Kali Krukut dan Kali Grogol.

"Kali Krukut dan Kali Grogol harus dinormalisasi," tegasnya.

"Saya sudah sampaikan, Jakarta Selatan, Kemang dan Mampang masih akan alami (banjir)," tambah Ahok.


Bagi orang-orang yang melawan Ahok, jangan munafik; Ahok sudah mengerjakan banyak hal untuk kota Jakarta. 
- penertiban birokrasi, jadi masyarakat akan dilayani dengan satu pintu, tidak dipimpong-pimpong lagi, 
-  adanya E budgeting, sehingga membuat anggaran belanja bisa terkontrol, 
- penambahan alat transportasi, 
- membersihkan semua aliran kali di Jakarta,  
- penertiban daerah kumuh dan dipindahkan ke rusunawa dan diberikan fasilitas penuh, perabot, uang saku anak-anak, bus ke sekolah dokter dan sebaginya, 
- pembangunan RPTRA yang belakangan malah dinanti - nanti warga DKI
- penertiban terhadap PKL, 
- beberapa rumah ibadah direhab 
- Balaikota sudah dibangun masjid untuk ibadah dan masih banyak lagi yang lain silahkan anda ingat-ingat sendiri.

Bila anda berdomisili di Jakarta tentu anda sudah menikmati hasil karya Ahok di Jakarta dan melihatnya dengan jelas. Bagaimana menurut anda?


Penulis: Dian Ariyani







Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Terungkap..!! Begini Cara Licik Lawan Untuk 'Pembusukan' Ahok"

Posting Komentar